Akhir-akhir ini mungkin banyak orang yang di buat gaduh oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mulia dari gue, I, me, saya dan saya lagi. memang wacana kenaikan harga BBM akan memberi pengaruh besar dari hampir semua aspek, mulai dari aspek kejombloan akut gua hingga tetep masalah jomblo akut gua tapi tenang, tarif listrik gak naik kok jadi puas-puasih noh pakek listrik ampek pada kesetrum semua. (hah kok gak nyambung, dasar JOMSAR!!, alias Jomblo Sensara). Gak cuma masalah kenaikan harga BBM doang tapi masyarakat juga digaduhkan dengan para demonstran yang memperjuangkan nasib

Okay
saatnya serius. Jadi elu pada pernah demo gak? Kalo gua sihh belum pernah. Tapi
menurut kalian demo itu keren gak? Kalo menurut gua sih gak keren tapi “KUWERUEN!!!”.
Iya “KUWERUEN”. Nah pada mikir kan KUWERUEN apaan. Mungkin kalian pada mikir
kuweruen itu istilah dari kata keren yang lebih dari keren, atau istilah dari
bahasa anehnya keren2 (red:KerenKuadrat) mungkin bisa jadi itu
julukan baru buat para JOMSAR. Bukan-bukan, istilah keren itu adalah
kepanjangan dari “KUWOEMPULAN RUEMAJA NORAK” (ngarang dengan terpaksa).
Sebenarnya gua gak bermaksut ngatain kalo kumpulan dari orang-orang yang
ngelakuin demo itu norak. Gua cuma agak risih aja dari sikap yang “gak sejalan”
dari tujuan utama demo tersebut sehingga mucul citra yang gak semestinya.
