Gua gak ngerti mau nilis mulia mana, dan mau nulis apa, yang pasti gua beberapa hari ini ngerasa anjur banget. Gua ngerasa semua harapan yang gua ingini bakal jadi beneran tapi ternyata semuanya menjauh dari hidup gua. Berharap deket ama seseorang. Ternyata gagal, kayaknya dia malah menjauh dari gua. Mungkin gua terlalu berharap banget, jadinya gua frustasi berat. gua gak ngerti apa yang gua lakuin. Semakin gua sering sendirian maka gua semakin ancur. Gua terus inget ama tuu orang.
Untuk agar gak inget-inget tuu orang gua selalu nyoba untuk tidak sendiri. Gua nyoba habis ngampus gua gak langsung pulang, gua main dulu ke kos temen, main poker, setidaknya gua bisa nglupain tuhh orang tapi tetep aja gua selalu keingat, apapun yang gua lakuin pasti keinget dia mulu. Gua gak ngerti apa yang harus gua lakuin. Gua cuma bisa nulis di sini, meski gua yakin gak bakal ada yang baca bacaotan macam ini. Bacotan gak penting.
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!
GUA GAK NGERTI MUSTI NGAPAIN. GUA PENGEN MARAH TAPI GAK NGERTI MARAH KESIAPA.
DOVA PLEASE COME BACK LIKE BEFORE, NOW I CAN'T LIVE WITHOUT YOU!!.
YOU HAVE CHANGED MY LIFE!!!.
# ini Ceritanya Orang Aneh Yang Masih Belum Yakin Kalo Aneh #
Senin, 28 Januari 2013
Sabtu, 26 Januari 2013
Typing
| Typing |
F-stop : f/4
Exposure time : 1/4 sec.
ISO speed : ISO-400
Exposure bias : 0 step
Focal length : 27 mm
Berhubung gua lagi keranjingan nulis nii jadi gua upload aja foto yang berkaitan dengan hal mengetik. dari setiap kata-kata gua kemarenkan gua udah janji kalo mau nilis konstan, jadi meski tulisan gua garing dan gua gak bener-bener yakin blog gua punya pembaca setia gua tetep nulis. (pura-pura aja ada yang baca dan komennya numpuk ampek berdebu kagak gua tanggepin).
Sekian dulu catatan gua. nikmatin tuh photo gua. gua take photo itu pas adik gua lagi onlien. mumpung gua lagi keranjingan makanya gua photoin aja. photo lain yang ancur dan abstrak banget nanti nyusul yaaa..
Untuk para pembaca blog gua selalu pantengin blog gua kali aja luu dapat ilmu yang bermanfaat.
Jumat, 25 Januari 2013
Kamis, 24 Januari 2013
NgeBromo#1
Menulis lagi.. :d
Ngomongi tantang bromo emang berkaitan erat tentang dingin, pasir, kawah, sunrise, suku tengger, dan yang terpenting Gunung. kali ini gua gak akan ngomongin tentang apa itu dingin dan hal-hal yang gua tulis diatas kecuali Bromo. kali ini gua mau nulis ulang (gua dulu udah pernah nulis disini) cerita perjalanan gua ke bromo. mungkin perjalaana ini udah sekitar 4 bulan yang lalu dan berkat petualangan gua ini gua nemuin hobi baru. yang dulunya hanya sekedar pakek modus auto dan tinggal tekan suter kini semua itu sedikit berbeda. gua nemu kata baru ISO, diafragma atau apalah itu. (geje lu udah mulai kumat tuu)
Tepat setelah libur lebaran dan seminggu setelah kegiatan perkuliahan dimulai (semester lima gua yang gak sia-sia) semua itu terjadi, semua tentang hobi baru gua, semua tentang moment mulai menghiasi gua. ngeblog, take photo, berpetualang menjadi kegiatan yang dinanti-nanti setelah Bromo memancarkan hipnotis. (emang Bromo ama Romy Rafael sodaraan yaa?) .
Kali ini gua mu menulis cerita gua dengan versi cerpen. gua mau semua pembaca setia blog gua terkesima dengan keindahan Bromo, keseruan temen-temen gua dan yang terpenting bercerita udah bagian dari menulis. Jadi dua skil gua terasah disini. (hah?, emang lu punya pembaca setia.)
NgeBromo Dimulai
Detak jarum jam terasa sangat cepat. semua itu begitu cepat. seakan waktu telah menjadi sesuatu yang tidak mau dijadikan patner dalam sebuah rencana. berdiri sebuat motor hasil jerih payah dan kerja keras negara Jepang yang masih diobrak abrik. teknisi bergelut ria dengan kalburator, kuas menyapu-nyapu semua isi dari pengatur kecepatan tersebut. diiringi suara radio usang dan suara angin dari kompresos. waktu sudah mendekati jadwal pemberangakatan. seakan Bromo akan gagal diexplore. pacu jantung sudah mulai cepat pertanda emosi sudah mulai menguap. rambut ikal berantakan sudah mulai jadi sasaran garukan tangan yang berkuku kecil ini. berharap semua teknisi handal sudah selesai menjalankan tugas mereka. berharap kendaraan pembawa perubahan sudah siap untuk di naiki. beberapa opsi sudah mulai merambah ke alam bawah sadar. si lekukan otak sudah mulai memancarkan pesonanya, berpacu bak pacuan kuda menghentak-hentak untuk mendapatkan solusi yang terbaik.
Mata mulai melirik kanan dan kiri berharap Revo yang hak milik masih tercatat sebagai salah satu orang dari 4 sodara yang memiliki perbedaan huruf di urutan dua dari belakang nama mereka. Nama Winarto terpampang jelas pada STNK motor Revo biru tersebut. salah seorang teknisi sudah selesai memberikan kasihsayangnya kesalah satu motor. pandangan mata sudah mengarah keteknisi tersebut berharap Revo biru menerima servis terbaiknya untuk siap tempur. berjalanlah teknisi kemotor Revo biru. garukan tangan kekepala sudah mulai berhenti. letukan emosi sudah mulai menurun. opsi dari jerih payah lekukan otak sudah mulai melambatkan pacuan tanda mengerti kerjanya sudah tidak dibutuhkan. satu jam lebih waktu yang dibutuhkan untuk memberikan tanda kasihsayang kepada pacuan tempur peraih mimpi tersebut.
Kenapa aku menyebut motor Revo tersebut sebagai pacuan tempur peraih mimpi? dialah motor yang setia menemaniku untuk meraih mimpi. mengantarku menuntut ilmu. 25 km lebih hanya untuk berangkat ke kampus, tanpa terdengar keluhan, tanpa ada kata mogok. panas terik, genangan air, hujan lebat sudah jadi bagian dari perjuangan tempurnya. dialah sarana peraih mimpi. sarana untuk proses peraih mimpi. dia layak menyandang julukan Pacuan Tempur Peraih Mimpi.
(+-+)
Revo sudah di depan mata. tanda selesai diberikan servis. aku dan pacuan tempur peraih mimpi sudah siap untuk diajak bertempur. 30 menit tersisa untuk mempersiapkan pemberangkatan. sudah dianggap cukup waktu tersebut untuk menikmati kesegaran mandi sebelum siap-siap berangkat. putaran gas diringi suara gemuruh kenalpot siap dipacu. air mineral, camera Sony DSC-L1 tua, sarung, senter dan peralatan lain sudah melengkapi tas pungung exsport yang usah. jarak 25 km siap dituju. kos kecil ukuran 3x3 meter persegia sebagai tempat berkumpul adalah tujuan awal. sekitar 45 menit perjalanan dirasa cukup untuk menyesuaikan kinerja baru dari pacuan tempur peraih mimpi.
![]() |
| #SunerisenyaBromo |
"Teruslah menulis tanpa rasa takut, kesalahan dalam menulis adalah wajar dalam proses belajar"
-Angga Ong
Dalam cerita diatas sengaja gua cut dulu, ini cara gau agar para pembaca setia gua penasaran (songong ni anak, udah dikasih tau emang lu punya pembaca setia?). cukup sekian dulu cerita agak alay dengan bahasa yang aneh gua. part berukutnya akan gua lanjutin di NgeBromo#2
Selasa, 22 Januari 2013
Terbangun dari Bangun
Pagi menunjukkan
pukul 7.30. terbangun dari pagi yang begitu telat. terbangun di tempat yang
asing. terlihat suatu ruangan yeng penuh dengan poto berbingkai dengan terdapat
satu orang yang tidak asing lagi, berlatarkan banyak tempat. Di atas gunung. Di
pantai. Di dalam air. Di goa. di suatu kota yang penuh dengan gedung pencakar
langit, di suatu desa terpencil dengan orang yang masih bertalanjang dada
dengan latarbelakang bangunan kerucut dan aku tahu persis dimana itu, surganya
Indonesia, Papua. di suatu tempat berantakan, bekas bangunan yang hancur karena
perang dengan pose memegang senjata bersama beberapa orang memakai sergam
kecoklatan usang dan masih banyak lagi foto yang terpajang di ruanga itu. semua
foto tertata rapi lengkap dengan tanggal kapan foto itu di ambil. Aku
beranjak dari tempat tidur dan membuka jendela kamar, melihat beberapa orang
sudah mulai sibuk dengan aktivitasnya. terlihat pantai dengan sinar matahari
yang tepat berada di garis antara laut. telihat pancaran yang sengat
mengagumkan. tanpa berfikir panjang kuambil kamera Canon 1000D ku dari dalam
backpack. aku geser dari tanda off ke on, aku putar ke modus M, 1/250 sec,
f/3,5, 28mm, auto ISO. aku arahkan kamera ke arah laut yang kebiru-biruan
karena percikan sinar dari matahari yang tepat diatas garis lautan. aku putar
ke kanan dan kiri fokus yang ada di lensa untuk menemuka fokus yang pas. tangan
kanan sudah siap untuk menekan tombol suter. terdengar bunyi "cklak"
tanda bahawa tombol suter telah tertekan. tanpa ragu langsung aku tekan tombal
bagian kanan bawah di samping layar LCD kamera dan muncul lah hasil dari
jepretan tadi. terlihat rona kejingga-jinggaan bayangan sinar terpancar jelas
diatas permukaan lengkap dengan awan yang berwarna keungu-ungun berada tepat
diatas matahari kuning memerah seakan memberi senyuman.
Senyuman matahari
mengingatkan perjuangan hingga sampai ke tempat ini. aku duduk didepan bangunan
tua. berseliweran orang-orang tanpa tahu areh mereka. berlari menuju stasiun
bawah tanah. berdiri di sebuah halte dengan sibuk memaikkan jemarinya kesebuah
telpon genggam. dua pasang insan yang sedang jatuh cinta yaitu pria berambut
ikal agak genut dan perempuan berambut seleher bertatapan di sebuah restoran di
temani lilin.
terdengan suara tikus-tikus berlarian di bawah
selokan mengais sisa-sisa makanan. terdengan pula koin yang dilempar diwadah didepanku.
dengan hanya mengagguk aku terus memainkan harmoni, meniup dengan penuh
semangat, meniupkan semakin cepat untuk menghilangkan rasa dingin yang hadir
pada malam itu. dengan hanya sehelai baju dan celane pendek bersepatu ditemani
dengan backpack lengkap dengan semua berkakas yang selalu menemaiku. jam tangan
Casio yang selalu terpakai ditangan kanan. headphone Sony Ericsson W200i
bergantungkan karet gelang terselip di saku celana. semua itu melengkapi semua
perjalanan ini.
Aku hentikan
bermain harmoni, koin dengan nominal lumayan besar jika dinominalkan dengan
rupiah sudah terkumpul, aku tekan tombol light yang ada di jam tanganku
terlihat warna biru dan angka 23:10. aku tekan lagi comp pada jam tangan itu
menunjukan arah utara tepat di depan dan suhu udara tertulis 15 derajat
selsius. aku berdiri mengambil koin-koin yang sudah aku kumpulkan selama dua
jam. aku masukan ke saku koin itu dan wadah itu aku masukan ke backpack, aku
keluarkan kamera, aku foto semua yang ada disekitar. dingin udara malam bukan
penghambat untuk melanjutkan petualangan. aku pakai backpackku dan kamera yang
tergantung dileher. berjalan menelusuri jalannan yang ramai banyak penjual
makana di sepanjang jalan. bau khas makanan membuat perut tidak bersahabat.
terdengar bunyi perut tanda kelaparan telah melanda. tanpa basabasi aku berheti
di sebuah gerobak penjual roti. ada bermacam-macam roti. aku rogoh beberapa
kion yang aku dapat tadi dan aku sodorkan kepenjual roti dan tangan kiriku
menunjuk salah satu roti yang paling besar. dengan mengangguk tanda bahwa orang
tersebut mengerti maksut dari bahasa tubuhku. orang tersebut mengambil
beberapa koin yang aku sodorkan dan aku ambil roti tersebut. dengan ciri khas
orang Indonesia aku membungkuknan pundak dengan senyuman dan langsung pergi
menuju setasiun kereta bawah tanah. sambil mulutku mengunya roti tersebut aku
terus berjalan menelusiri jalanan yang ramai dengan orang-orang yang berjalan,
berjalan dengan berbicara dengan telepon genggamnya, berjalan dengan mengunakan
earphone dengan laju jalan yang cepat. semua moment itu telah aku abadikan
dalam kameraku.
Tibalah di setasiun
kereta bawah tanah membuat hati terasa bergatar melihat seni arsiterkutr yang
ada. bak trowongan yang besar dihiasi lukisan dan corak ukiran yang benar-benar
pertama kali melihatnya. keindahan ini tak mungkin terlewatkan. setiap moment
tersebut aku photo. setiap bentuk tekstur bangunan akan aku abadikan untuk aku
tunjukkan kepada adikku. seorang arsitektur. aku menelusuri lorang dari
setasiun itu aku menuju ke loket dan mengambil sebuat kertas yang ada si saku
kiri belakang celanaku, aku tunjukan tulisan yang ada di kertas itu kepada
penjaka loket kereta. sebenarnya disitu ada mesin yang sudah canggih para
memilik kartu kereta tinggal memasukan kartu mereka kedalam sebuah mesin,
menekan tombol tujuan mereka dan pintu cermin setinggi bahu akan terbuka dan
mereka dapat mengambil kartu tersebut setelah mereka masuk. dalam benakku kapan
negaraku bisa mengikuti hal-hal semacam ini .tidak ada lagi antrian orang di
loket tiket. tidak ada lagi orang yang gaduh dan mendahului antrian. setelah
aku sodorkan kertas itu untuk dibaca petugas tiket memberi tahu harga tiket
tersebut dan aku keluarkan beberapa uang koin tersebut untuk membayar tiketnya.
Setelah masuk
kedalam setasiun, udara mulai berganti hangat. tanda jalur kereta tertera di
tiket. angka 4 berada disitu. aku mencari-cari dimana arah untuk sampai
dijalur kerta api dengan angka 4. terdapat jam besar didalam sana. jarum pendek
mengarah pada angka 11 dan jarum panjang berada pada posisi 7. aku
melihat ada beberapa lorang mirip lorong-lorong yang ada disebuah bioskop
yang pernah aku kunjungi dengan adikku dengan uang yang diberikan oleh kakakku
untuk menonton sebagai tanda kasihsayangnya untuk melihat filem yang keren
yaiut 5cm. ingatan itu masih tetap terbayang. dalam setasiun aku masuk pada
sebuah lorong yang bertuliskan angka 4. aku ikuti saja arah itu sampai akhirnya
aku berasa di sebuah tempat tunggu. beberapa saat kemudian kereta datang dan
beberapa orang masuk kesana dan aku pun langsung masuk kedalam. dalam benakku
berfikir, seberapa cerdas orang yang membuat bangunan ini, bukan hanya
keindahan yang di tunjukan tapi sistem dari tata letak benar-benar di
perhitungkan. aku tinggal masuk kesebebuah lorong tanpa kuatir tersesat. semua
itu benar-benar tertata rapi. semoga semua ini mampu ditiru bangsaku.
ditirunya, bukan hanya memancarkan surga-surga yang indah, bukan hanya
memancarkan keindahan negeri diatas awan, bukan hanya keindahan ombak yang
membuat banyak orang terkesima, tapi memancarkan seluruh kesatuan antara
keindahan dan kegunaan.
Sekitar 15 menit
didalam kereta dan munkin kereta sudah berhenti sekitar 3 pemberhentian setiap
kali akan berhenti ada suara bahwa akan berhenti di setasiun itu dan lampu yang
ada didalam kereta yang merupakan urutan dari jalur pemberhentian itu
berpindah. tertera tujuan pemberhentian yang ada ditiket keretaku berada di
urutan 6. dengan kenyamana kereta tersebut yang aku rasa sangat beda jauh
kenyamana yang aku dapat ketika aku menggunaka kereta listrik Pakuan Jakarta
Bogor beberapa tahun silam dengan Papaku. kereta itu aku rasa sudah sangat
nyaman ternyata semua itu salah. ternyata masih ada kereta yang lebih nyaman.
tidak ada suara khas kerta yang keluar karena gesekan sambungan besi yang ada
di rel jalur kerta. tidak ada getaran yang keluar. benar-benar nenakjubkan.
Beberapa saat
kemudian akhirnya tiba. beberapa orang turun dari kereta begitu juga aku.
karena rasa kantuk yang dalam, segeralah aku keluarkan peta dari backpackku.
sambil mengeluarkan peta aku terus berjalan ke pintu keluar. di peta itu sudah
terdapat alamat tempat teman lamaku yang akan aku tuju. beberapa orang mulai
pergi menuju pintu keluar. pada saat keluar aku pun tak tahu harus melangkah
kemana karena tidak tau arah untuk membaca peta. aku melihat jamku dan teringat
bahwa jam Casio yang di berikan kakakku atas pemberian kawannya yang pada saat
itu dibelinya di negara sakura, Jepang. tanpa pikir panjang aku tekan Comp pada
jam. arah utara tepat berada di kanan ku. aku arahkan peta itu dan dengan ilmu
yang tebatas tantang membaca peta akupun mulai memahami dimana arah tempat yang
akan kutuju. jalanan yang aku lewati sudah mulai sepi, berbeda dengan tempat
setasiun awal tadi. disini suara gemuru ombak begitu terasa. hanya suara ombak
yang ada. sekitar 2 km jarak antara stasiun dan rumah yang akan dituju. persis
apa yang di ceritakannya kepadaku. tepat didepan pintu rumahnya, persis dengan
foto yang diberikan, aku ketuk pintu rumahnya dengan rasa kantuk yang
mengebu-gebu.
Pintu terbuka,
terlihat sosok wanita cantik berpotongan rambut seleher. dengan postur tubuh
setinggi 160cm. berpawaan atlit karena hobinya yang suka bereneng. masih sama
wajahnya ketika dia mengunjungi Indonesia beberapa tahun lalu. dengan senyum
yang khas dia langsung menyuruhku masuk. karena rasa kantuk yang sudah tidak
tertahan, akupun langsung bilang kedia bahwa aku butuh tidur. dengan cekatan
dia langsung mengantar kesebuah ruangan. ruangan dengan pintu penuh kata-kata.
penuh beberapa pernyataan tentang apa yang dilihatnya diberbagai negara.
disitu aku melihat tulisan "I Love Indonesia, State Million Colors".
tanpa banyak bertanya akupun menaruh seluruh bawaanku. akupun tidur.
(*-*)
Beberasa saat
setelah mengamati hasil jepretan tadi akupun keluar kepintu kamar. sebelum aku
keluar, aku melihat sebuah lemari dengan banyak gantungan kunci, tertuliskan
negara, atau bahkan nama dari daerah yang pernah dikunjungi temanku ini.
tulisan Bali, Lombok, Jogja, Aceh, Raja Ampat, dan Malang sebagai tempatku
tinggal pun tak luput dari pandanganku. masih banyak gantungan kunci tentang
nama-nana daerah di Indonesia. hampir penuh lemari tersebut berisi gantungan
kunci. aku buka pintu dan aku melihat sebuat teras yang teduh, terdapat tempat
duduk untuk menikmati pemandangan yang indah. disebelah barat yang dilihat dari
cendela tadi ternyata hanya sebagian kecil dari keindahan. tepat berada diutara
dimana pintu itu manghadap terdapat sebuah gunung yang sangat indah. terlihat
awan yang menutupi beberapa puncak gunung tersebut. dengan kamera yang masih
dipopong ditangan tak luput semua keindahan ini untuk dipotret. dengan posisi
rumah yang berada diatas sehingga takluput bisa melihat keseluruh arah. ada
beberapa orang yang sedang naik sepeda dengan papan surfing. dari semua
keindahan ini mengingatkan pada mimpi yang sudah beberapa kali hadir, semua
lokasi persis, gunung menjualang tinggi, pantai yang serasi dengan pancaran
sinar matahari yang terbit, semua ini sama. persis pada mimpi-mimpi itu. inilah
tempat yang selama ini menjadi bayangan pada mimipi-mimpi. keindahan yang
menjadi nyata. perjuangan yang tidak sia-sia. berpuluh-puluh tahun menjaga
mimpi-mimpi ini. kerja keras terbayar sudah.
Kreeek. suara pintu
terbuka, terlihat Dova Araminta. dialah gadis yang memiliki tempat ini. dialah
teman sekaligus sahabatku. dengan membawa segelas minuman dan sepiring makanan
diapun menyapaku dengan panggilan akrab. "Ong, gimana petualangannya.
sudah merasakan arti perjalanan?". tanpa perlu manjawabnya akupun hanya
terseyum. dia pun sudah mengerti arti dari senyumku ini. kita
berbincang-bincang, saling bertanya jawab, saling mengeluarkan ungakapan
kangen. karena itulah yang sering kita lakukan. karena itulah tradisi kita.
Dova Araminta adalah temanku yang kenal melaui skype. beberapa tahun silam. ketika
itu aku masih menjadi mahasiswa disebuah perguruan tinggi negeri dikota Malang.
waktu itu pun dia juga masih menjadi seorang mahasiswa. perkenalan ini bermula
ketika sepulang kuliah aku meliaht skypeku ada permintaaan baru. dengan nama
Dova Araminta. tanpa ragu aku terima pertemanan itu. bercakap-cakap, salaing
bercerita manjadi bagian awal perkenalan. berkenalan dengan seseorang yang
lahir tepat dihari kasih sayang. kita hanya berbeda sekitar 4 bulan 13 hari.
aku lebih tua darinya, tapi dia benar-benar orang yang dewasa. visi dan
misinya, motivasi untuk hidupnya. semuanya sudah tergambar jelas untuk apa dia
hidup, untuk apa dia melalang buana kebanyak negara, untuk apa dia memiliki
jiwa sebagai Backpaker. itulah jiwanya. dengan misi yang sama sebagai backpaker
itulah keakrapan kita muncul menjadi suatu patner, menjadi travelmate, menjadi
pemandunya saat melihat keindahan Indonesia.
Suasana mengobrlo
sedang berlanjut, tiba-tiba kepalaku terasa pening. mata menjadi gelap.
terdengar sesorang memanggil-manggil namaku. suara itu semakin keras. ditambah
lagi suara ketukan pintu yang begitu keras. alam bawah sadarku mula
menari-nari, meletakkan jari tangan ke kepala. tiba-tiba mataku terbuka. aku
berada di tempat tidurku. ternyata sesuata yang memanggil namaku adalah Papa.
dia membangunkanku. untuk melakukan aktivitas hari ini. ternyata semua ini
hanya mimpi. tempat impian ternyata hanya mimpi. Dova Araminta ternyata hanya bayangan.
stasiun, pejalan kaki, peselancar, gunung, pantai, ternyata semua itu hanya
bayangan. dengan mimpi yang sangat nyata ini ternyata suatu fatamorgana. kedetailan
mimpi ini serasa TERBANGUN DARI BANGUN. tetes air mata jatuh merasakan semua
kedetailan ini hanya mimpi. semuai ini bukan nyata. ingin rasanya tidak mau
bangun, ingin selalu ada pada mimpi itu. tapi ini semua mustahil, inilah hidup
yang nyata. boleh semua orang punya mimpi, boleh mempunyai mimpi yang tinggi
tapi lihatlah kenyataan tapi jangan lupakan kekuatan mimpi.
Jumat, 18 Januari 2013
Tentang Mimpi dan Motivasi
Dalam catatan pertama gua, gua udah janji untuk selalu konstan untuk terus menulis dan menulis entah itu berbobot atau hanya tulisan GEJE yang gak memiliki arti dan hanya sebagai penghibur dalam kesuntukan beraktivitas. (Soook sibuk banget loo) Untuk menulis konstan emang dibutuhkan motivasi dan motivasi perlu selalu di pupuk agar tetap terus berkelanjutan.
Mungkin ini awal catatan gua di semester 6 ini, dan gua harap di catatan gua ini mencerminkan kedewasaaan gua sesuai dengan embel-embel 6 pada semester gua. Satu setengah tahun lagi (semoga lancar, udah bosen kuliah) gua harus menjadi seorang sarjana ekonomi, gua harap pada saat itu nama gua akan mendapat pangkat tambahan S.E. mungkin dalam beberapa tahun ini perubahan sudah mulai terasa, antaralain gua udah gak ABG lagi dan gua mau tidak mau harus melambai-lambai atau bahkan menjemput mimpi-mimpi gua karena gua udah bilang gua masih punya mimpi-mimpi karena gua gak mau cuma menjadi seonggok daging yang hanya punya nama. gua rasa mimpi-mimpi gua udah terbayang sejak kecil bahkan bayangan-bayangan itu udah hadir di alam bawah gua waktu kecil dan gua gak ngerti apa nama bayangan itu (pada saat gua masih kecil gua melihat sosok bayangan dari diri gua memakai celana pendek, tas ransel dan gua melakukan perkalanan ke banyak tempat) , bayangan yang muncul entah dari mana, entah tontonan apa yang meracuni diri gua waktu kecil sehingga bayanagn itu muncul dan masih melekat di diri gua.
JEJAK PETUALANG, mungkin ini tonotonan gua waktu SMP yang mampu merasuki gua hingga ke alam bawah sadar gua, tapi gua rasa bukan, karena bayangan itu sudah hadir terlebih dulu sebelum gua mengerti atau bahkan tontonan tersebut belum tayang dalam sebuat TV, emm barang kali acara Bukan Jalan-Jalan Biasa (acara tentang perjalanan ke negara lain dan melihat orang-orang sukses dari negara tersebut yang berasal atau memiliki turunan Indonesia) atau acara Backpaker (acara tentang perjalanan ke banyak negara), tapi yang pasti bukan suatu masalah besar dari mana mimpi gua hadir dan dari mana gua dapat mimpi-mimpi itu yang lebih penting dengan adanya mimpi gua gak cuma menjadi seonggok daging yang punya nama. Dengan impian gua, gua tau untuk apa gua ada di sini untuk apa gua harus tetap hidup dan apa saja yang harus gua lakuin selama sisa hidup gua, gua gak peduli mimpi gua jadi nyata atau hanya sebagai semangat gua untuk tetap hidup, yang pasti hidup gua punya tujuan, gua punya arah yang harus terfokus pada itu.
APA hubungan S.E dengan Mimpi?
APA?, untuk sebagian banyak orang mengambil jurusan pendidikan dan cita-cita harus saliang membantu dan mungkin sama. Mungkin dari kalian sedikit rancu atau bahkan berfikir apa hubungan antara jurusan gua dengan mimpi-mimpi gua. (silahkan bertanya yaa?, gua rasa gua akan jawab itu semua di catatan gua selanjutnya). Hubungan yang pasti S.E adalah apa yang gua lakuin agar Mimpi gua ngak cuma jadi mimpi.
Mendapat sogokan motivasi di SMA, motivasi tak jauh beda dengan mandi. Kesegaran mandi terasa memang tidak diragukan lagi kesegarannya tapi hal tersebut tak bertahan lama dan kita perlu mandi secara konstan selaras dengan motivasi, semakin kita sering mendapat motivasi maka setingi itulah api yang membara-bara dan panas yang semakin terasa dalam diri kita, tapi hal tersebut tak akan lama jika kita tidak terus menambak kayu yang ada untuk tetap menyalakan semangat motivasi itu dan jika kehabisan kayu bakar maka api itu akan lenyap tak tersisan. (wihh keren abis bahasa gua) SMA adalah tempat pertama gua membaca novel yang sangat luar bisa atau mungkin kali pertama gua baca novel, tapi novel yang gua baca bukan kebanyakan jenis novel yang di baca para remaja seumuran gua. mungkin banyak remaja seumuran gua pas SMA membaca novel ketika cinta bertasbih, ayat-ayat cinta, atau cerita cinta yang lain, tapi untuk gua, gua lebih memilih membaca novel SANG PEMIMPI. karena filem yang gua tonton yang berjudul sama dengan novel karya Andrea Hirata tersebut benar-benar pemimpi sejati dan dari sudut pandang itu semakin gua yakin dan benar-benar srek (dibaca: MANTEP POOL) untuk memupuk mimpi-mimpi gua. untuk pertama kali baca novel ini memang membuta ketagihan bukan hanya novel Sang Pemimpi saja, bahkan novel Endensor dan Maryamah Karpor pun sudah gua libas habis. (keran gak gua?) Dalam novel ini benar-benar motivasi yang ampuh, selain memotivasi untuk terus bermimpi, Backpaking (maksut gua cerita penjelajahan eropa dan afrika sampai bertemu tempat yang di sebut EDENSOR tercerita dalam novel tersebut) yang di ceritakan juga membuat mimpi untuk menjelajah banyak tempat semakin berapi-api. ada sebuah kutipan novel yang benar-benar mencerminkan tujuan hidup seseorang Andrea Hirata,
"Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin liku-liku hidup yang ujungnya tak disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, merayap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpancar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkenalan, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin terbakar matahari, limbung dihantam angina, dan meciut dicengkram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin menikpati sari pati hidup!"
-Andrea Hirata
Dari novel ini gua merasa mendapat semangat baru dan gua lebih mengerti tidak peduli seberapa besar dan tinggi mimpi-mimpi gua tapi yang lebih penting seberapa besar tekat gua dan apa yang sudah gua lakuin untuk mewujutkan mimpi-mimpi itu karena yang terpenting adalah do it, do it, do something to get that, not only be dream, but to be real.. (nyolot ni anak, sok-sokan pakek nginggris segala, udah yakin bisa luu pakek bahasa inggris #pasang muka datar mirip tembok)
well, mungkin saatnya gua memberika apa kesimpulan dari tulisan gua tentang mimpi-mimpi gua. Selain dalam catatan ini sudah tersirat sebagian kecil mimpi-mimpi gua, di catatan ini pula gua rasa juga banyak sesuatu yang tersirat antaralain jangan takut untuk bermimpi, motivasilah mimpi-mimpimu untuk tetap semangat meraih mimpi-mimpi itu.
![]() |
"Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu"
-Andrea Hirata
|
Sabtu, 12 Januari 2013
The Power Of Blog
Untuk orang awam mungkin bertanya-tanya, apasih Blog itu?. Mungkin
banyak dari mereka berfikir blog itu makanan ya?, atau blog itu merek sepatu
ya?, atau bahkan blog itu ada yang ngira tempat buat naruh abu rokok. #ngasal
ngomng aja luu, gua lempar sandal mau loo?
Kalo bicara blog pasti banyak hal yang bisa di lihat, mulai dari
tempatnya orang buat curhat, tempat orang buat jualan, tempat orang buat
cerita-cerita GEJE (kayak gua sekarang ini ni), tempat buat cerita
perjalanannya, tempat buat RASIS,tempat buat share pelajaran, tempat buat
ngopi, ngeteh, ngeyusu (minum susu maksutnya), pokoknya banyek deh.. Ehh kok mulai ngawur ya,(tunggu2, gua lanjuti
seriusnya niih) tapi yang kali ini meski blognya amburadul dan acak-acakan
pasti banyak yang ngeliat khususnya kaum lelaki (gua gak loo #nampang Poker
Face padahal maniakadict sampek jadi HT di kaskus) mau tau blognya apaan?,
TENGTERENGTERENG.. Blognya adalah, adalah, adalah blog yang buat share koleksi
Blue Filem (dibaca:BOKEP #garing banget yaa, tapi beneran makyuss ni blog). Jangankan
blog yang amatiran, blog-blog sekelas kambingjantannya si Raditiadika yang udah
banyak banget yang baca mulai dari anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Ibuk2, Bapak2,
kakek2, nenek2, pembantu, tukang becak, tukang KEPO, tukang BOKER, tukang BOKEP
pun kalah pamor deh ama blog yang satu ini. Walaupun siDIKAnya nulis sampek
mlongo kek, boker kek, gak pakek baju kek, teriak, loncat-loncat, kayang,
sampek siDIKAnya bugil sekalian pun tetep masih kalah sama blog yang satu ini. (hayoo
yang baca lagi bayangin ngblog sambil bugil yaa, HOMO luu :D).
Dalam menulis blog emang dibutuhkan nalar dan imajinasi yang
tinggi ngak beda jauh dengan menulis cerpena bahkan novel, untuk menulis di
blog emang ngak terlalu di butuhkan EYD yang benar karena blog adalah sebuah
tempat ekspresi kebebasan dari kita, tempat untuk mencurahkan semua isi hati. Seiring
berjamurnya blog mungkin banyak orang yang menjiplak atau cuma copas dari blog
lain tapi itu merupakan resiko yang lumrah karena inilah dunia maya, istilah spionase
emang berkaitan erat dengan dunia maya karena mudahnya mencopas semua karia
orang. Nah, dari menjamurnya blog mungkin hal utama yang perlu di lakuin di
blog kita harus konstan untuk menulis dan memunculkan trademark (ciri khas)
dalam penulisan loo maka The Power Of Blog akan segera muncul. (gua piker-pikir
kok gak nyambung yaaa ama paragraph gua yang di atas :? )
Dari apa yang gua tulis diatas mungkin gua mau ngungkapin kalo
blog itu punya kekuatan yang luar biasa ampuh banget sekali buat merubah pola pikir
orang, mulai dari hal baik dan
bermanfaat sampek hal-hal yang gak jauh-jauh dari selangkangan, makanya tinggal
oranganya aja mau memanfaatin blog seperti apa, tinggal bagaimana cara luu
mengexplore tulisan loo se menarik mungkin yang pasti The Power Of Blog udah
nyata kasiatnya. Blog emang ajrriiit bener bisa bikin orang pinter, bisa bikin
orang terkenal, bisa bikin orang ancur , kalo dapat di istilahin ancornya cuma jadi
seonggok daging yang punya nama. (ngutip kata-kata bang zafrannya 5cm nii). Maka
dari itu gua gak perlu lagi ragu kalo mau buat blog, tinggal gua aja mau jadi
bloger yang kayak apa, mau jadi blog penghibur, blog curcol, blog yang
memotivasi orang, dan mau jadi bloger kayak apapun gua, gua gak peduli, lakuin
aja apa yang gua mau tulis dan gua lakuin selama itu gak ngeganggu orang lain
dan yang pasti gua gak mau cuma jadi seonggok daging yang punya nama karena
gua masih punya mimpi dan harapan untuk hidup gua, kapan-kapan gua akan cerita
apa harapan dan mimpi gua. Lu pantengin aja blog ini.
bukan cuma seonggok daging yang punya nama
-Dhonny Dhirgantoro, 5cm
Belajar Dari 0 Untuk Menulis
Gua rasa udah lama gua bergelut dengan apa yang dinamakan BLOG, munkin udah sekitar 3 tahun yang lalu tapi dari dulu gak pernah ada yang namanya konstan untuk terus menilis dan menulis, acap kali mau menulis pasti hasrat itu sirna ketika papan tulis di blog udah di depan mata. Malahan aktifitas menulis berubah menjadi aktifitas yang paling sulit di lakukan, 5 menit berlalu papan tulisan gua masih kosong, 10 menit berlalu masih aja kosong, akhirnya gua putusin tutup papan tulis gua dan berubah melakukan activitas lain yang berkaitan dengan sosial media. (kebanyakan mikir kali luu, kalo mau nulis ya nulis aja, salah atau benar tuu urusan belakangan, kalo luu gak mau nyoba kapan luu bisa. #wih sok keren gua, karakter ke dua gua muncul) Tapi untuk kali ini gua akan coba menulis apa aja yang gua mau, apa aja yang menurut gua layak untuk di ceritain, entah itu motivasi, tirp gua ke sebuah tempat, cerita tentang hobi moto gua, atau cerita kegalauan gua. (GALAU?, ternyata luu bisa galau juga yaa)
Mungkin dalam kasus menulis adalah masalah yang bisa di ucakpan sedikit ribet, sebagai seseorang yang tidak suka membaca, maka untuk melampiaskan seluruh ungkapan hati melalui tulisah sangat lah sulit, butuh waktu yang lama untuk memikir, mengeluarkan gagasan, menata kata, menyesuaikan tanda baca agar sesuai. Gua paham untuk melakukan hal yang baru memang butuh adabtasi, namun untuk kali ini gua akan mulai menulis dan menulis, kali aja apa yang gua lakuin bisa menjadi efek baik dalam hidup gua.
Okay, inti dari bacot gua di atas tadi, gua pengen belajar nulis dan gua harus mencari motivasi agar gua tetap konstan untuk tetap menulis.
Hope god will help me to always write and write, whatever to happen...
writing and writing, never tired, believe the power of writing.
-Angga Ong
Langganan:
Postingan (Atom)






