Minggu, 31 Maret 2013

NgeBromo#2

Woy NgeBromo#2 gua lanjutin lagi ini, gua tau kok kaliam menanti-nanti lanjutan cerita gua kan. (udah ngaku aja, apa perlu gua suap biar ngaku? #suap suap suap indONEsia.). Untuk yang belum baca NgeBromo#1 nih silahkan di pencet kata TOMBOLnya. (hahahaha GEJEnya kumat dah), udah lama cerita NgeBromo gak gua tulis padahal kedua kalinya gua kebromo udah terjadi. maksut gua cerita ke bromo yang satunya belum selesai tapi orangnya malah udah pergi kesana lagi.

Udah ah dari pada ngunggu lama tentang lanjutan cerita gua mending loo baca dah. Tetep dengan bahasa yang aneh sesuai orang menyebut gua aneh. Monggo dibaca daah.

NgeBromo#2

Waktunya telah datang. Pacuan tempur peraih mimipi sudah siap, pacuan tempurku sudah siap untuk bekerja lebih keras dari basanya, menanjak lebih tinggi dari biasanya, menerima guncangan lebih berat dari biasanya karena semua itu demi satu tujuan yaitu Bromo. Setalah penantian panjang dari ciri khas orang indonesia, melunak, memanjang sangat panjang jadwal jam 3 sore berangkat ternyata molor menjadi jam 5 sore. Dengan membawa tas punggung usang melengkapi perbekalan untuk berangkat. menyusuri macetnya kota Malang sore itu, meliuk-liuk mengikuti irama jalan berharap segera berakhir kemacetan tersebut. Hawa dingin datang menandakan tangisan langit akan meruntuhkan air, seakan alam tak mendukung, tapi semua itu tak sanggup meruntuhkan tekat kami untuk NgeBromo dan alampun ternyata hanya menguji kita, hujan pun tidak meluas hanya menguji nyali kita. Raungan mesin dari pacuan tempur peraih mimpi memberikan semangat untuk tetap berjalan, membawa kita kejutuan. Raungan itu seakan menggambarkan bahwa hidup itu perlu berjuang, hidup itu tidak mudah.

Baru beberapa jam berselang ternyata terbukti bahwa hidup itu tidak mudah. Udara  dalam roda salah satu motor ada yang keluar tanpa di perintah. sebuah besi kecil yang sering kita namai paku tertancap di karet yang melingkar di roda. ternyata benar adanya hidup memang tidak mudah, tapi apa salahnya kita coba. Beberapa waktu berselang akhirnya pacuan besi tersebut siap untuk berjuang. beberapa jam sudah di lalui, udara dingim mulia terasa menandakan bahwa tujuan kita akan segera tercapai. dingin udara di gumbulan tanah yang menjulang tinggi telah terasa, merasakan udara yang berbeda, udara yang membawa butiran udara dingin, semaikin menjauh keatas dari permukaan laut semua itu semakin berbeda. Suhu dingin mulia merambah memasuki celah-celah rajutan benang yang terbentuk menjadi penghantar dinging. Tulang-tulang seakan ingin menari untuk menghilangkan hawa dingin. Deru pacuan tempur peraih mimpi telah terbukti keampuhanya, pacuan yang membawa perjuangan, membawa cerita, dan membawa pengalaman yang luarbiasa untuk meraih mimpi. Suara erangan membawa fatamorgana bayangan atas kehidupan, semua impian memang perlu berkorban, tak semudah seperti melihat tayangan televisi yang hanya memperlihatkan keindahan tanpa memberikan penjelasan seberapa berat perjuangan untuk mencapainya. Inilah perjuangan tersebut, deruan, erangan dan isap tangis pacuan tempur peraih mimpi melengkapi perjuangan untuk meraih mimpi.

Sampailah kita di gerbang pembatas antara surga keindahan dunia dan aspal keras yang melengkapi kemudahan dalam perjalanan. Waktu menunjukan pukul 9 malam, melengkali udara dingin yang terhempas.  Bagian keindahan akan muncul di ufuk mata besak subuh maka pemikiran untuk mengistirahatkan tubuh dan pacuan tempur perih mimpi pun harus dijalani. Mencari hunian dan menegosiasi bak pialang sahampun kita lalui. berharap arus harga dari chat grafik harga hunian turun. Momen arus grafik tersebut tak mungkin terlewatkan sedetik pun, kesempatan untuk tawaran terendahpun harus diraih. Keselarasan hidup memang perlu diraih, bukan hanya pasrah dan layu  akan kerasnya goncangan arus udara. Mendapatkan hasil yang baik memang purlu bukan.  Hasil negosiasi pun  nampak hasilnya, 150.000 adalah angka kesepakatan yang bisa kita terima. Semua itu telah cukup untuk mengistirahatkan pacuan tempur peraih mimpi, kendaraan yang telah membawa aku mendapatkan hasrat baru, hasrat yang membuat hidup lebih terasa bersemangat, lebih terasa memiliki arti yang begitu besar, lebih menghargai keindahan alam dan lebih memahami keindahan memang perlu di abadikan.




Hidup Itu Perlu Berjuang Karena Hidup Itu Tidak Mudah.

-Angga Ong








Ceritanya sampai di sini dulu yaa para pembaca setia gua, kapan hari gua lanjutin lagi dehh..
banyak hutang gua ke kalian :(..
Ngebromo#3nya nyusul yaa..


Shot


Memulai Itu Perlu Diakhiri

Memulia memang berat. Butuh keberanian. Butuh tekat yang kuat. Butuh rasa berani. Tak jarang ketakutan menghampiri serta masuk ke aliran darah menekan dan memompa sehingga menimbulkan rasa depresi. Apa perlu sesuatu yang baru dimulai di ulang lagi? apa perlu setengah perjuangan ini diakhiri? dan apa perlu impian yang sudah didepan mata di undur?. (Boleh, jika mampu.) Untuk memulai saja sudah berat apalagi untuk meneruskan dan apakah sudah benar-benar yakin untuk mengakhirinya.

Banyak hal yang memang perlu dimulai untuk mengakhiri seseatu. Hadir dan menjadi bagiaan dari dunia ini memeng berat terbukti hampir semua bayi yang lahir menangis. Jika memulia itu tidak berat apa perlu mereka harus memulianya dengan tangisan dan jika proses itu mulus apa harus banyak ribuan orang bunuh diri. Jika kita terlahir untuk mengakhiri wajarkah jika kita harus mengakhiri dengan kebahagiaan, atau perlu kesediah sebagai bagian dari mengakhiri. Memulai itu perlu dan mengakhiri itu wajib. Jika kita memulia pasti kita akan mengakhirinya.

Semuai itu sudah dimulia tanpa pernah direncana, lahir, melewati masa anak-anak, menjadi remaja, menua dan akhirnya menunggu untuk diakhiri. Memulia itu butuh proses, bukan berarti jika proses itu perlu di awali. Jika proses perlu diawali maka kapan kita akan memulainya karena memulia memerlukan proses. Apa harus semua itu perlu di akhiri tanpa proses dan apa perlu proses itu harus berakhir jika kita sudah mampu memulia. Saya rasa tidak, karen semua yang dimulia pasti perlu diakhiri. Apakah anda pernah berfikir bahwa memulia itu bagian dari mengakhirin?.

20 tahun lebih menjadi bagian dari memulai dan entah kapan perlu diakhiri, tapi semua itu terasa belum dimulia. yang saya tau memulia memang perlu tujuan. karena adanya  tujuan saya akan merasa tahu sudah seberapa jauh saya memulianya dan kapan harus mengakhirinya. tujuan bukan semudah membalikkan talapak tangan karena tujuan merupakan bagian dari poses dan tidak semua proses adalah tujuan. Saya lahir ke bumi adalah proses. Ucapak  kata pertama yang saya keluarkan adalah sebuah proses. hentakan langkah kaki pertama saya juga merupakan dari proses. Tapi apakah kalian sudah berfikir bahwa itu semua adalah tujuan. bukankan tujuah hadir dari proses.

 Tujuan. Tujuan. Tujuan. Apakah perlu saya mencari tujuan karena hanya untuk memulianya dengan tujuan mengakhirinya. Bukankah memulia itu pasti akan diakhiri dan memulia untuk mengakhiri juga merupakan sebuah tujuan. Jika memulai untuk mengakhiri adalah tujuan lantas untuk apa proses. bukankah salah satu dari proses adalah tujuan. Memang semua itu akan sulit diungkap begitu pula apa yang ada di dalam kehendakNYA.

hahaahahahahah..
Intinya apaan yaa? (gua bingung sumpah)
5 paragraf cukup lah untuk memulia tujuan.. :P

Jika memulia itu tidak berat apa perlu mereka harus memulianya dengan tangisan dan jika proses itu mulus apa harus banyak ribuan orang bunuh diri.
-Angga Ong 

Kamis, 07 Maret 2013

Dermatographia (mengapa menyelinap ke hidupku?)

Dermatographia adalah suatu kondisi di mana menggaruk kulit dapat menyebabkan kulit mengelupas dan garis merah karena tergores. Kondisi tersebut tidak serius, tetapi dapat menjadi ketidaknyamanan. Dalam dermatographia, sel-sel kulit terlalu sensitif terhadap luka kecil, seperti menggaruk, atau menekan pada kulit. Tanda dan gejala dermatographia mencakup kemerahan, gatal, dan bengkak. 
Dalam kebanyakan kasus, gejala dermatographia dapat pergi dalam waktu singkat tanpa pengobatan. Tetapi jika gejala semakin parah atau mengganggu, dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi antihistamin. Tindakan perawatan diri sederhana juga dapat membantu mengelola dermatographia.
Penyebab pasti dari dermatographia tidak jelas. Kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh reaksi alergi, namun belum ada alergen tertentu yang telah diidentifikasi. Hal-hal sederhana dapat memicu gejala dermatographia. Sebagai contoh, gesekan dari pakaian atau seprai dapat mengiritasi kulit. Dingin, panas, tekanan, sinar matahari dan juga dapat memicu emosi dermatographia.
Selain garis merah pada kulit, dermatographia sering tidak menyebabkan masalah. Pada beberapa orang, bagaimanapun, menggaruk atau menggosok kulit dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan. 
Tanda dan gejala dermatographia dapat mencakup: 
1. Garis merah yang membesar 
2. Bengkak 
3. Radang 
4. Bekas luka garukan 
5. Gatal 
Gejala dermatographia mungkin akan terlihat dalam beberapa menit setelah kulit tergores atau digaruk. Gejala-gejala dapat berlangsung 30 menit hingga beberapa jam, tetapi biasanya mulai berkurang dalam waktu 15 menit setelah iritasi pada ujung kulit. Dermatographia dapat berkembang secara perlahan dan berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari dan menyebabkan terbakar serta nyeri. Kondisi itu sendiri dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Gak nyanga gua terserang kelainan macam gini, kadang kelainan ini sedikit mengganggu hidup gua dan kadang pula gua terasa terhibur akan kelainan ini. Gua bisa menuliskan tulisan di tangan gua hanya dengan menggosokkan dengan benda tumpul di tangan gua. menurut pencarian dari google dari populasi manusia hanya sekitar 5% orang yang mengalami kelainan ini. pada saat gua nulis ni catatan gua terasa terganggu, sembari menulis dan berfikir apa yang mau gua tulis, gua garuk-garuk paha gua, aaaaaaa, semakin gua garuk semakin gatal dan timbul bercak merah yang timbul, lama-lama rasanya panas mirip kebakar, gua gak tahan banget. gua bingung apa gua harus mengeluh apa gua harus bersukur dan gua bingung apa yang gua lakuin. 


Gua bangga, hahahha (bangga kenapa luu?) dari hasil riset yang gua dapat di google ternyata gua tergolong orang yang special.. Hah spesial kenapa ding? gua ngarasa orang yang beruntung karena enggak banyak orang yang bisa menulis dengan tubuh mereka, mereka gak bisa meluapkan emosi mereka dengan tulisan di kulit mereka. Oh iya dulu sebelum gua kena alergi macam ini gua pengen banget punya tatto , tapi menurut agama yang gua anut menatto tubuh katanya haram makanya gua gak ada niat mau natto meski gua pengen sih. tapi setidaknya dari kelainan ini gua ngarasa punya tatto yang lebih keren dari tato yang dimiliki kebanyakan orang, apalagi tatto yang gua punya sekarang ini sepesial, gak galah dah ama tattonya dumer SID. mungkin dia punya tatto yang keren tapi gua rasa lebih keren punya gua. tatto gua gak permanen dan bakal hilang dalam waktu sekitar 30 menit lah. dan itu cukup untuk memuaskan hasrat tatto gua.

Yang kali ini lebih sepesial lagi nii dan mungkin bakalan banyak orang yang akan iri dengan keromantisan kulit gua. hahahha. semoga aja keromantisan ini benar-benar spesial buat orang yang bakal jadi kekasih atau sahabat atau soulmate atau pasangan hidup gua DOVA. (emang romantis macam apaan nii?) dengan kelaina kulit gua ini gua bisa menyatakan cinta gua lewat media kulit gua. hahahha Gua mau ini jadi hal yang sepesial buat pasanyan gua.

Gua terasa tergangu, hiks hiks (yang ini gua ngerti kok perasaan luu, kasihan yaa elu. Semoga alergi luu ini bermanfaat deh)  ngerasa terganggunya nii pas sekali kena garuk maka macam zat adiktif aja ni jadi gua pengen turus ngaruk-ngaruk dan rasanya gak mau berhenti. setelah menggaruk-garuk maka timbul rasa panas pada kulit gua semacam terbakar gitu dan jika gua terus menggaruk maka kulit gua bakal lecet dan berdarah deh. oiya yang paling parahnya lagi nii jika kena panas, yaampun rasanya kebakar banget dah dan rasa kebakarnya ini lema banget hilangnya padalah gua udah gak kena panas, padahal gua suka banget ngalakuin aktifitas diluar ruangan. pernah suatu hari nii gua habis habis naik motor dan sengaja gua gak pakek jaket, dengan waktu yang cukup lama gua kena sinar matahari, sampek malemnya gua ngerasa kulit gua panas dan lebih paranya lagi jika dipegang emang kerasa hangat. pada waktu itu gua bilang ke teman cowok-cowok gua kalo kulit gua kayaknya gak tahan panas. Gua bilang itu sambil nunjukin tangan gua yang panas dam merah tersebut dan anehnya lagi pas gua kasih tau hal tersebut ke temen-temen gua, gua malah di ketawain dan dikatain ngalem. hahahahahhaha (kasihan banget yaa elu,sabar deh sabar, gua yakin kok suatu hari pasti ada kok yang peduli dengan kelainan luu itu). 

Mungkin itu sekilas tentang alergi kulit gua yang udah lebih dari setahun kayaknya dan gua harap alergi gua ini gak hilanga dulu sebelum gua ngungkapin perasaan gua ke sesorang lewat kuliat gua. (wow sepesial kan. ayo siapa yang mau?) 



Minggu, 03 Maret 2013

I'm Worried


what happened with you ..
what's wrong with you ..
tell me ..
I'm worried ..
i know. i am a nobody..
I don't know you so well and  you don't know me too..
maybe this is look like crap..
but I'm worried about you..
okay if I got it wrong I apologize..
i hope you good..
i'm lucky know you..
i'm lucky know people like you, have story friend, have BFF, have travelmate of life..
i hope what do you ever say to me not only "words"..
hahaha hope you okay..


"Don't ever think like that. you know i'm not that kind of person. I always want to be your BFF, your travelemate of life. Don't blame your self, please. I'm begging you. i'm sorry" -Dova said


for Dova

KKL part 1 (perjuangan nyampek kampus)

Gau rasa udah lama nii gak ngeblog lagi, emangsih akhir-akhir ini sibuk banget dan emang lagi gak mood buat ngeblog. Selama sebulan kemaren emnag bener-bener banyak moment yang memang buat hidup gua berkesan, banyak moment yang gak bakal gua lupain selama hidup gua. Untuk pertama kalinya gua ngeliat kakak gua akat nikah (gua kapan yaa? hahahaha entar kalo udah waktunya pasti nyusl kok dova). Banyak orang yang mengaggap akat nikah adalah sesuatu mement yang sakral dan sangat berkesan, moment ini benar-benar suatu jembaran dalam hidup banyak orang, jembatan untuk mengarungi bahtera keluarga yang berikutnya. hahahahahha tapi kayaknya untuk momenta yang satu ini bakal gua ceritain lain hari karena pasti banyak banget tuliasan yang bakal gua tulis. (gua bakal nulis banyak tentang moment antara kakak gua dan yang pasti keluarga gua, apa aja kekonyolan gua dan kakak serta adek gua sampai akat nikah pun dimulai.

KKL (Kunjungan Kerja lapangan), kali ini gua mau cerita tentang KKL gua selama lima hari dengan tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Jogja. Tepat tanggal 19 Februari kemaren gua ngalakuian apa yang dinamakan KKL, gua ngalakuin ini bareng ama teman sekelas gua di kampus, tepatnya anakjurusan Akuntansi off M angkatan 2010. Banayak hal yang mampu diceritakan dalam acara tersebut, yang pasti acara ini inti nyatanya cuma main-main doang meskipuan ada sih ilmu yang didapat antaralain gua ngetri apa aja yang dilakuin dalam suasana suting Bukan 4 Mata Trans7, ngerasain bagaimana perusahaan PT Mandom Indonesia Tbk (Gatsby) dan ngeliat Departemen Keuangan. kalia ini gua mau nulis kkl gua pada hari pertama saat perjuangan gua nyampek kampus.

Perjuangan Nyampek Kampus
Pagi-pagi banget gua bangun, beda dengan hari-hari biasa gua bangun dan beda pula dengan hari biasa gua berangkat setengah jam lebih pagi dari biasanya (05:30) dan beda dari biasanya juga perjuangan yang gua lakuin untuk bisa nyampek kampus gua (perjuangan banget deh pokoknya, hahahhahaha gile bener dah). Pada hari selasa pagi gua berangak kampus nebeng adek gua, sekitar pukul 05:30 pagi gau berangkat ama adek gua setelah semalama gua packing apa saja bawaan yang harus gua basa selama lima hari untuk singgah di 3 kota yang ada di pulau jawa (wow bahasa gua). Gua rasa sudah cukup apa saja yang gua bawa dan yang terpenting almamater gok boleh tertinggal (hahaah sok bangga ama kampus gua),

Seperti biasa sebelum berangkat gua pamitan dulu kek papa dan mama (modus minta uang nih). Setelah pamitan dan minum susu buatan papa gua, gua pun berangkat dengan adek gua, awal berangkat gua gak ngerasa apa-apa (yakin?) setelah sekitar 35 menit perjalanan gua ngarasa ban belakang motor gua kempes dan akhisnya gua berenti. ternyata bener ban belakang motor yang gua naikin dengan adek gua bocor. tanpa pikir pnajang karena sesuai jadwal gua sebelun jam setenga tujuh gua harus ada di kampus maka gua dengan cekatan mencari tambal ban (sialan!!! jam segini mana ada lambal ban yang buka). tiga tukang tambal ban pun kita lalui tapi sayang masih belum ada yang buka dan akhirnya kita pun ndobrak pintu rumah tambal ban.  (terng tereng. ini dua tambal bannya) Akhirnya ada juga yang bisa nambal ban motor gua.

Sekitar 15 menit berlalu akhirnya ban motor gua kembali sehat (udah ngerasa lega banget gua, setidaknya gua gak telat lama). Tanpa basa basi ku kebut motor ku, jarum jam tak mau menunggu waktu itu (juah mirip lirik lagu segala), gua kira perjuangan gua udah selesai tenyata oh ternyata, baru sekitar beberapa kilomater berangakat tiba-tiba terdengar bunyi Ceesssssssssssss!!!!!!!, jiah bannya bocor lagi.  (jiancoooookkk!!! ASU!! KEAT!! tenang2 ini cuma dalam hati kok, biasa luapa emosi). Jarak kamupus masih sekitar 1 kilometer dan gak mungkin gua harus menunggu ban motor tersebut ditambal maka gua mutusin untuk jalan kaki menuju kampus gua. Tanpa basa basi gua pamitan ke adek gua dan gua langsung cabut jalan kaki. Dengan tas carier yang dikasih kaka gua serta tas kamera yang gua selempaingin di pundak gua dan tak lupa makanan yang dikasih mama gua semuanya gua bawa. Langkah kaki gua semakin cepat, tak lupu gua langsung ambil HP gua buat ngasih tau temen gua agar gua gak ditinggal. ngso-ngossan pun tak luput dari napas gua, terlitah angkot warna biru di belakang gua dan tanpa basa-basi gua pun naik angkot tersebut berharap mampu mempercepat langkah gu anyampek di kampus. dengan lari gua pun turun dari ankot setelah angkot tersebut yampek deket kampus, tak lupu gua kasih tuhh supir angkot ongkos (jiah cuma sekitar 300 meteran lu bayar 3 ribu, enak banget tuah supir angkot, hahahhaha gak papa lah itung-itung amal)

Lari-lari dan lari. hahahahahh nyampek dah di kamupus, gua lihat semua temen gua udah masuk di bis dan gua pun langsung memperjepat langkah gua, setelah gua tiba di depan bis gua udah ngeliahat dosen gua udah memberi sambuatan untuk pemberangkatan kkl. Gua hampir ditinggal, hahahha tapi tenyata gua masih ngikut kok di bis.

Cukup sekian dulu ceritanya, entar di lanjutin lagi..
hahahahahhaha apes-apes
gambarnya nyusul yaaaa