Minggu, 31 Maret 2013

Memulai Itu Perlu Diakhiri

Memulia memang berat. Butuh keberanian. Butuh tekat yang kuat. Butuh rasa berani. Tak jarang ketakutan menghampiri serta masuk ke aliran darah menekan dan memompa sehingga menimbulkan rasa depresi. Apa perlu sesuatu yang baru dimulai di ulang lagi? apa perlu setengah perjuangan ini diakhiri? dan apa perlu impian yang sudah didepan mata di undur?. (Boleh, jika mampu.) Untuk memulai saja sudah berat apalagi untuk meneruskan dan apakah sudah benar-benar yakin untuk mengakhirinya.

Banyak hal yang memang perlu dimulai untuk mengakhiri seseatu. Hadir dan menjadi bagiaan dari dunia ini memeng berat terbukti hampir semua bayi yang lahir menangis. Jika memulia itu tidak berat apa perlu mereka harus memulianya dengan tangisan dan jika proses itu mulus apa harus banyak ribuan orang bunuh diri. Jika kita terlahir untuk mengakhiri wajarkah jika kita harus mengakhiri dengan kebahagiaan, atau perlu kesediah sebagai bagian dari mengakhiri. Memulai itu perlu dan mengakhiri itu wajib. Jika kita memulia pasti kita akan mengakhirinya.

Semuai itu sudah dimulia tanpa pernah direncana, lahir, melewati masa anak-anak, menjadi remaja, menua dan akhirnya menunggu untuk diakhiri. Memulia itu butuh proses, bukan berarti jika proses itu perlu di awali. Jika proses perlu diawali maka kapan kita akan memulainya karena memulia memerlukan proses. Apa harus semua itu perlu di akhiri tanpa proses dan apa perlu proses itu harus berakhir jika kita sudah mampu memulia. Saya rasa tidak, karen semua yang dimulia pasti perlu diakhiri. Apakah anda pernah berfikir bahwa memulia itu bagian dari mengakhirin?.

20 tahun lebih menjadi bagian dari memulai dan entah kapan perlu diakhiri, tapi semua itu terasa belum dimulia. yang saya tau memulia memang perlu tujuan. karena adanya  tujuan saya akan merasa tahu sudah seberapa jauh saya memulianya dan kapan harus mengakhirinya. tujuan bukan semudah membalikkan talapak tangan karena tujuan merupakan bagian dari poses dan tidak semua proses adalah tujuan. Saya lahir ke bumi adalah proses. Ucapak  kata pertama yang saya keluarkan adalah sebuah proses. hentakan langkah kaki pertama saya juga merupakan dari proses. Tapi apakah kalian sudah berfikir bahwa itu semua adalah tujuan. bukankan tujuah hadir dari proses.

 Tujuan. Tujuan. Tujuan. Apakah perlu saya mencari tujuan karena hanya untuk memulianya dengan tujuan mengakhirinya. Bukankah memulia itu pasti akan diakhiri dan memulia untuk mengakhiri juga merupakan sebuah tujuan. Jika memulai untuk mengakhiri adalah tujuan lantas untuk apa proses. bukankah salah satu dari proses adalah tujuan. Memang semua itu akan sulit diungkap begitu pula apa yang ada di dalam kehendakNYA.

hahaahahahahah..
Intinya apaan yaa? (gua bingung sumpah)
5 paragraf cukup lah untuk memulia tujuan.. :P

Jika memulia itu tidak berat apa perlu mereka harus memulianya dengan tangisan dan jika proses itu mulus apa harus banyak ribuan orang bunuh diri.
-Angga Ong 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar