Woy NgeBromo#2 gua lanjutin lagi ini, gua tau kok kaliam menanti-nanti lanjutan cerita gua kan. (udah ngaku aja, apa perlu gua suap biar ngaku? #suap suap suap indONEsia.). Untuk yang belum baca NgeBromo#1 nih silahkan di pencet kata TOMBOLnya. (hahahaha GEJEnya kumat dah), udah lama cerita NgeBromo gak gua tulis padahal kedua kalinya gua kebromo udah terjadi. maksut gua cerita ke bromo yang satunya belum selesai tapi orangnya malah udah pergi kesana lagi.
Udah ah dari pada ngunggu lama tentang lanjutan cerita gua mending loo baca dah. Tetep dengan bahasa yang aneh sesuai orang menyebut gua aneh. Monggo dibaca daah.
NgeBromo#2
Waktunya telah datang. Pacuan tempur peraih mimipi sudah siap, pacuan tempurku sudah siap untuk bekerja lebih keras dari basanya, menanjak lebih tinggi dari biasanya, menerima guncangan lebih berat dari biasanya karena semua itu demi satu tujuan yaitu Bromo. Setalah penantian panjang dari ciri khas orang indonesia, melunak, memanjang sangat panjang jadwal jam 3 sore berangkat ternyata molor menjadi jam 5 sore. Dengan membawa tas punggung usang melengkapi perbekalan untuk berangkat. menyusuri macetnya kota Malang sore itu, meliuk-liuk mengikuti irama jalan berharap segera berakhir kemacetan tersebut. Hawa dingin datang menandakan tangisan langit akan meruntuhkan air, seakan alam tak mendukung, tapi semua itu tak sanggup meruntuhkan tekat kami untuk NgeBromo dan alampun ternyata hanya menguji kita, hujan pun tidak meluas hanya menguji nyali kita. Raungan mesin dari pacuan tempur peraih mimpi memberikan semangat untuk tetap berjalan, membawa kita kejutuan. Raungan itu seakan menggambarkan bahwa hidup itu perlu berjuang, hidup itu tidak mudah.
Baru beberapa jam berselang ternyata terbukti bahwa hidup itu tidak mudah. Udara dalam roda salah satu motor ada yang keluar tanpa di perintah. sebuah besi kecil yang sering kita namai paku tertancap di karet yang melingkar di roda. ternyata benar adanya hidup memang tidak mudah, tapi apa salahnya kita coba. Beberapa waktu berselang akhirnya pacuan besi tersebut siap untuk berjuang. beberapa jam sudah di lalui, udara dingim mulia terasa menandakan bahwa tujuan kita akan segera tercapai. dingin udara di gumbulan tanah yang menjulang tinggi telah terasa, merasakan udara yang berbeda, udara yang membawa butiran udara dingin, semaikin menjauh keatas dari permukaan laut semua itu semakin berbeda. Suhu dingin mulia merambah memasuki celah-celah rajutan benang yang terbentuk menjadi penghantar dinging. Tulang-tulang seakan ingin menari untuk menghilangkan hawa dingin. Deru pacuan tempur peraih mimpi telah terbukti keampuhanya, pacuan yang membawa perjuangan, membawa cerita, dan membawa pengalaman yang luarbiasa untuk meraih mimpi. Suara erangan membawa fatamorgana bayangan atas kehidupan, semua impian memang perlu berkorban, tak semudah seperti melihat tayangan televisi yang hanya memperlihatkan keindahan tanpa memberikan penjelasan seberapa berat perjuangan untuk mencapainya. Inilah perjuangan tersebut, deruan, erangan dan isap tangis pacuan tempur peraih mimpi melengkapi perjuangan untuk meraih mimpi.
Sampailah kita di gerbang pembatas antara surga keindahan dunia dan aspal keras yang melengkapi kemudahan dalam perjalanan. Waktu menunjukan pukul 9 malam, melengkali udara dingin yang terhempas. Bagian keindahan akan muncul di ufuk mata besak subuh maka pemikiran untuk mengistirahatkan tubuh dan pacuan tempur perih mimpi pun harus dijalani. Mencari hunian dan menegosiasi bak pialang sahampun kita lalui. berharap arus harga dari chat grafik harga hunian turun. Momen arus grafik tersebut tak mungkin terlewatkan sedetik pun, kesempatan untuk tawaran terendahpun harus diraih. Keselarasan hidup memang perlu diraih, bukan hanya pasrah dan layu akan kerasnya goncangan arus udara. Mendapatkan hasil yang baik memang purlu bukan. Hasil negosiasi pun nampak hasilnya, 150.000 adalah angka kesepakatan yang bisa kita terima. Semua itu telah cukup untuk mengistirahatkan pacuan tempur peraih mimpi, kendaraan yang telah membawa aku mendapatkan hasrat baru, hasrat yang membuat hidup lebih terasa bersemangat, lebih terasa memiliki arti yang begitu besar, lebih menghargai keindahan alam dan lebih memahami keindahan memang perlu di abadikan.
Hidup Itu Perlu Berjuang Karena Hidup Itu Tidak Mudah.
-Angga Ong
Ceritanya sampai di sini dulu yaa para pembaca setia gua, kapan hari gua lanjutin lagi dehh..
banyak hutang gua ke kalian :(..
Ngebromo#3nya nyusul yaa..