“MERDEKA ATAU JOMBLO
!!!.”
“Ehh ngaco luu, yang
bener itu MERDEKA ATAU MATI.”
“ohh iya kelamaan
jomblo sihh jadi salah nyebut.”
-----------------------------BATAS-----GAK-----PENTING---------------------------
![]() |
Untuk para seluruh rakyat Indonesia dimanapun kalian berada baik di dunia maupun di akherat saya mengucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan. Sehari yang lalu tepatnya 17 Agustus 2013 negara kita, IndONEsia telah genap merayakan hari kemerdekaan yang ke 68, berarti sudah 68 tahun negara kesatuan republik Indonesia ini telah bebas dari penjajahan dan perbudakan, tapi apakah sudah benar negara ini bebas dari penjajahan dan mendapatkan kemerdekaan? (berfikirlah)
Ngomongin tentang kemerdekaan pasti kita semua akan berfikir
pada perjuangan para pejuang yang rela bermandi dengan keringat dan darah
sampai nyawa mereka melayang. Mereka berkorban demi mempurjuangkan tanah air
tercinta ini yaitu IndONEsia.
Lantas apa yang harus kita lakukan untuk memperjuangkan
kemerdekaan yang telah para pejuang pertahaankan. Apa hanya dengan merayakan
hari kemerdekaan dengan melakukan upacara kemerdekaan? Atau dengan melakukan
perlombaan yang bertemakan kenasionalah seperti gerak jalan 17 Agustus? Atau
mungkin merayakan hari kemerdekaan dengan memasang antibut-atribut kemerdekaan
seperi pernak-pernik merah putih?. Ya itu semua perlu tapi yang pasti merayakan
kemerdekaan bukan hanya melakukan semua itu karena kemerdekaan itu tidak hanya
di rayakan tapi perlu di pertahankan.
Sudah 68 tahun negara ini telah bebas dari penjajahan secara
nyata, masktu dari penjajahan secara nyata adalah penjajahan secara terang-terangan
dimana penjajahan itu di ketahui olah banyak negara seperti negara Belanda dan Jepang
saat menjajah negara kita. Tapi meski penjajahan secara nyata telah berakhir
tapi penjajahan secara terselubung masih saja terus berlanjut. Contoh saja
tambang PT. Freeport yang ada di sebelah timur dari bagian negara ini telah
menjadi perbukitan terbalik di mana hasil dari hampir semua kekayaaan tambang
tersebut masuk ke kantong Amerika sedangkan Indonesia hanya mendapat kan hanya 4
% saja itupun hasil kekayaannya pergi jauh ke ibukota negara tanpa ada pembanunan
sarana prasarana yang memadai di pulau emas itu, sedangkan Amerika mendapat
bagian 96%. Apa itu sudah di katakana negara kita merdeka?. Bayangkan
kesejahteranan orang-orang yang kerja disana dan bayangkan lagi puluhan atau
bahkan ratusan orang-orang Papua yang tewas karena ditembak oleh pengawas di
sana karena mereka mengais sisa-sisa pertambangan tersebut, bukahkan itu harta
dari tanah kelahiran mereka. Lagi pula itu hanya sampah bagi perusahaan sebesar
PT. Freeport. Apakah itu namanya negara kita merdeka. Itu adalah penjajahan
terselubung dan jika kita kaji lebih jauh lagi sebenarnya masih banyak
penjajahan terselubung di negara kita ini.
Terus sebagai bagian dari rakyat Indonesia apa yang harus
kita lakukan, apakah layak jika kita hanya terus bergulat dengan kata-kata
galau dan hanya diam diri setelah kita tahu bahwa harta kita telah di jarah
oleh negara lain. Jika ada yang bilang “mendapatkan kemerdekaan itu lebih mudah
daripada mempertahankan kemerdekaan” itu adalah pernyataan yang benar.
Negara kita ini kaya, tidak hanya kaya akan hasil alamnnya
tapi juga kaya akan kebudayaannya. Tapi sayangnya kita selaku bagian dari
negara ini kurang peka terhadap kekayaan tersebut, jangankan peka mau
melestarikan budayanya sediri saja enggan dan bahkan dilupakan. Tapi setelah
ada negara yang ingin melestarikan budaya tersebut dan mengklaimnya semuanya
pada marah. Memalukan!!. Setelah budaya tersebut tidak dihiraukan tapi setelah
ada yang mengklaimnya marah dan mencaci maki. Itu istilahnya setelah kita punya
pacar tapi gak kita sayang dan kita jaga tapi setelah pacar kita pergi dan diambil
orang lain kitanya marah-marah sampek mau berantem segala sama orang yang
ngambil pacarnya.
Terus pacarnya cuma bilang “salah sendiri gua elu cuwekin,
mending gua pindah kelain hati .”
Bego kan?
Berikut ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang
diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial
oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:
- Batik dari Jawa oleh Adidas
- Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
- Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
- Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
- Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
- Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
- Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
- Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
- Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
- Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
- Kopi Gayo dari Aceh oleh Perusahaan Multinasional (MNC) Belanda
- Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
- Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
- Kain Ulos oleh Malaysia
- Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
- Batik dari Jawa oleh Adidas
- Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
- Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
- Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
- Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
- Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
- Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
- Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
- Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
- Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
- Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
- Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
- Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
- Kopi Gayo dari Aceh oleh Perusahaan Multinasional (MNC) Belanda
- Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
- Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
- Kain Ulos oleh Malaysia
- Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
- Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
- Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Kemerdekaan bukan hanya sekedar merayakannya dengan
melakukan upacara atau memasang atribut kemerdekaan sebagai tanda negara ini
merdeka secara halfiah, tapi kemerdekaan adalah perjuangan sesungguhnya dari
membangun, memelihara, dan mempertahaankan semua harta benda, budaya serta
hak-hak yang di dapatkan sebagai bagian dari negara yang merdeka. Jika negara
ini masih belum merdeka secara terselubung apa sepantasnya kita dikatakan
merdeka?.
Sebagai penerus bangsa kita harus memelihara dan
melestarikan isi dari seluruh aspek kekayaan kita baik budaya maupun kekayaan
alamnya. Lantas sudahkah kita melestarikannya?. Mengingat dan mempelajari
budaya kita adalah upaya kita untuk melestarikan kebudayaan kita sebagai bagian
dari upaya melestarikan. Mencari ilmu setinggi mungkin dan mengimplementasikan
ilmu kita untuk memanfaatkan seluruh kekayaan alam negara kita agar dapat di
kelola oleh bangsa sendiri juga merupakan bagian dari mempertahankan
kemerdekaan seutuhnya. Jadi wahai
penerus bangsa, sudahkah kita mempertahankan kemerdekaan kita seutuhnya?
“MENDAPATKAN KEMERDEKAAN
ITU LEBIH MUDAH DARIPADA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN. JADI TERUSLAH BERUSAHA.
SALAM ANEH!!!.”


ahhh elo ngga, ahaha, kocak tapi pencerdasan *tsah hahaha, keren sumber-sumbernya
BalasHapussekaligus dari tadi blog walking gue miris terus hiks :( *komennya jadi ga jelas*
Super bang... x))
BalasHapusEmang bener, sungguh ironis bangsa ini. -_-
Baguus kak, ya beginilah negara ini. Tapi, setidaknya untuk orang2 yg sadar ya jangan dibiarkan.
BalasHapusSemangaat kakak!!
Happy blogging, .
duuuuuhh itu merdeka atau jomblo nya itu agaaaaaak bikin sayaaaa *abaikan*
BalasHapushahhahaa..
WOW ternyata itu udah super banyak yaak yg di ambil sama negara orang.. yuuuk pertahankan apa yg seharusnya kita pertahankan :) MERDEKA!!!
Berarti akan ada 17 agustus '45 yang lain, yang memerdekakan bangsa Indonesia dari terpuruknya kemerdekaan generasi pendek akal. Yang salah bukan orang Malaysia, tapi yang maling, stop fighting with Malay ya, gaada gunanya. Kalo perang lagi ribet kan
BalasHapusgila banyak banget, gada yg bisa disalahin sih, rasa nasionalisme dan patriotisme kita emang rendah, jadinya peninggalan negara sendiri ga dijaga dan akhirnya dicuri. miris banget ;w;
BalasHapusnice share kak :))