Minggu, 28 April 2013

Mimpi itu (bagian 1)


Mimpi. Siapa sih yang gakmau punya mimpi, bukanlah mimpi itu yang membuat orang untuk tetap menjaga hidupnya, bukan lah karena mimpi para orang rela menelan pahitnya obat hanya untuk tetap hidup dan menjaga mimpi-mimpinya dan bukanlah karena mimpi pula banyak orang menjadi tak waras dalam pikiran mereka. Rela memuja-muja sosok yang tak nampak, rela percara semua omong kosang yang ada dalam legenda-legenda. Aku bukan orang yang gak peraya akan hal yang mustahil dan aku bukan pulang orang yang mampu menelaah semua yang tak mampu aku pikirkan dalam alam bawah sadar dan logikaku.

Semua mimpi dan angan-angan lah yang mampu membawa aku kesini, ke suat tampat yang aneh, ya aneh, persis dengan ungakapan orang-orang yang melihat diriku aneh. Bermimpi dan melakukaya bukan lah hal yang aneh bukan, tapi jika aku bermimpi untuk menjadi orang yang dihina apakah itu aneh?. Semua keanehan akan hidup memanglah menjadi bagian yang semu, semuanya pasti akan kembali pada sudut pandang mereka.  Para puluahan anak meliat matahari dengan sudut pandang yang berbeda, menikmati indahnya pagi, memakia baju super tebal dibalut dengan mantel basar dan menutup wajah yang trasparan. Aku heran apa yang senag mereka laukan, bukankah itu adalah yang gak wajar. Sebenarnya aku sedang terpelosaok di negeri yang seperti apa. Banyak sudut padang yang aneh bagi orang awam terjadi biasa disini. Aku menyusuri sebuag lingkaran bola yang disanggah oleh sehelai benang di bawahnya. Aku terasa berfikir benda apa ini., seperti melanyang dan seakan grafitasi bumi ini terbalik, semua desain itu terbalik, kenapa aku melihat pohon yang terbalik. Ya mungkin inilah keanehan tapi aku tidak yakin kali ini aneh, inilah keindahan yang berbeda, inovasi yang akan merubah dunia.

Dalam benakku hanya berfikir tempat apalah ini, tapi ada salahnya jika aku menikmati sejenak keanehan ini. Bukanlah keanehan yang membawa aku menjelajahi semua ini, menjelajahi sudut pandang, menjelajahi mimpi, menjelajahi perjuangan untuk tetap bermimpi dan perjuangan-perjuangan yang tetak akan hidup dalam sebuah kotak mimpi, kotak yang akan mampu menjelajahi semau hidup hanya dengan bermimpi dan menjadikananya nyata, bukan lagi hal aneh yang dicemooh oleh banyak orang.

Ini bukanlah kisah panjang, hanyalah kisah yang aneh atau bahkan hanya dipandang sebagai sampah yang berserakan dan menjadi penghancur bagi dunia. Sebagai sampah yang susah terurai dan perlu puluhan tahun untuk terurai sempurna. Ya sempurna tapi apakah setelah kesempurna tersebut bumi ini masih sabar dan tabah untuk menunggu kesempurnaan tersebut, menunggu menjadi bagian dari kesatuan tapi di sisi lain orang-orang yang mengatakan dirinya tidak aneh terus menerus membuang sampah tersebut. Mengotori dan menjadikan bumi ini murka, menjadikan semuanya bukan hal yang menyenangkan. Jadi bukanlah kisahku ini lebih dari cukup dan bukahlah sampah yang buruk, mungkin kisah ini sampah organik yang akan mampu menjadi sumber kedamaian, menjadi pupuk dikala penat utnuk terus bermimpi. Awalnya kisah ini mungkin kisah yang bau, kisah yang akan segan untuk mereka dekati dan mereka tiru, tapi mereka akan sadar bahwa inilah kisah yang aneh tapi bukan kisah yang salah bukan.

Meski kisah ini akan menorehkan tentang mimpi aku pun belum yakin ini akan mimpi itu, mimpi yang dijaga untuk terus berangan-angan tanpa rasa takut, membawa angan-angan itu menuju penjuru dunia dibawa oleh migrasi burung-burung yang tak pernah lelah melakukan kegiatan itu sepanjang tahun. Jika hanya untuk hidup dan bertahan hidup dengan cara migrasi setiap tahun beranak pinak membawa kesengsaraan dari alam ke anak cucu mereka, apakah itu sudah cukup di jadikan mimpi. Bukan lah mimpi-mimpi tadi yang membawa pada kisah hidup yang katanya indah bagi sebagian orang yang menyebutnya mereka tidak aneh. Migrasi barisan formasi huruf V, untuk apa formasi itu, apa mereka mengerti keindahan dari mata kita. Aku yakin pasti orang aneh yang meneliti kegiatan itu, memahami dan mencari arti dari kejanggalan tersebut yang entah kapan menghasilkan omong kosong atau hanya sebagai barian dari mimpi. Tapi ternyata dia menemukan keguanaan dari formasi tersebut, memahami kalo itulah hidup, jika punya mimpi dan jutuan yang sama apa salahnya bekerja sama, bukanlah itu lebih ringan dilaksanakan, bukanlah dari kebersamaan itu mimpi-mimpi dan tujuan mereka tercapai dan angan-angan yang tertitipkan oleh mereka tersampai ke ujung dunia. Pikirkan jika mereka melakukan perjalanan itu sendiri, apa kalian yakin mereka akan sampai. Tidak, aku yakin mereka akan sampai tapi entah kapan, mungkin mereka sampai dengan sayatan-sayatan tajam pada sayap mereka atau bahkan mereka mati dan dimakan oleh penghuni lautan yang lapar karena mereka lunglai dan terjatuh ke lautan yang terisi dan hampir penuh oleh air dan orang yang mengatakan dirinya tidak aneh lah yang sedikt-demi sedikit membuat penyebab dari penuhnya air tersebut yang akan pasti datang memenuhi bagian dari bumi ini.

Jika kalian merasakan susah atau merasakan inilah omongkosong dari sebuah kalimat maka kalian belum ngerti apa itu mimpi. Ya mimpi itu aneh, mimpi itu juga susah untuk merasakan dan mungkin banyak yang menilai omong kosong. Tapi bukanlah mimpi itu yang membuat banyak orang menjadi penulis dan menorehkan mimpi-mimpi meraka, mengitari bumi, memahami hidup atau bahkan mereka sudah yakin mendapatkan mimpi mereka yang padahal hanya melihat sesuatu tersebut dari jangkauam mata mereka tanpa melihat kalo teropong itu ada. Melihat lebih luas, melihat lebih jauh akan membuat mimpi itu belum puas dan berfikir mimpinya belum cukup tapi keusangan dan lambaiakn malaikat kematian sudah sampai di ujung mata dam siap untuk menerkam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar