Mimpi. Siapa sih yang gakmau punya mimpi, bukanlah mimpi itu
yang membuat orang untuk tetap menjaga hidupnya, bukan lah karena mimpi para
orang rela menelan pahitnya obat hanya untuk tetap hidup dan menjaga
mimpi-mimpinya dan bukanlah karena mimpi pula banyak orang menjadi tak waras
dalam pikiran mereka. Rela memuja-muja sosok yang tak nampak, rela percara
semua omong kosang yang ada dalam legenda-legenda. Aku bukan orang yang gak
peraya akan hal yang mustahil dan aku bukan pulang orang yang mampu menelaah
semua yang tak mampu aku pikirkan dalam alam bawah sadar dan logikaku.
Semua mimpi dan angan-angan lah yang mampu membawa aku
kesini, ke suat tampat yang aneh, ya aneh, persis dengan ungakapan orang-orang
yang melihat diriku aneh. Bermimpi dan melakukaya bukan lah hal yang aneh
bukan, tapi jika aku bermimpi untuk menjadi orang yang dihina apakah itu aneh?.
Semua keanehan akan hidup memanglah menjadi bagian yang semu, semuanya pasti
akan kembali pada sudut pandang mereka. Para
puluahan anak meliat matahari dengan sudut pandang yang berbeda, menikmati
indahnya pagi, memakia baju super tebal dibalut dengan mantel basar dan menutup
wajah yang trasparan. Aku heran apa yang senag mereka laukan, bukankah itu
adalah yang gak wajar. Sebenarnya aku sedang terpelosaok di negeri yang seperti
apa. Banyak sudut padang yang aneh bagi orang awam terjadi biasa disini. Aku menyusuri
sebuag lingkaran bola yang disanggah oleh sehelai benang di bawahnya. Aku terasa
berfikir benda apa ini., seperti melanyang dan seakan grafitasi bumi ini
terbalik, semua desain itu terbalik, kenapa aku melihat pohon yang terbalik. Ya
mungkin inilah keanehan tapi aku tidak yakin kali ini aneh, inilah keindahan
yang berbeda, inovasi yang akan merubah dunia.
Dalam benakku hanya berfikir tempat apalah ini, tapi ada
salahnya jika aku menikmati sejenak keanehan ini. Bukanlah keanehan yang
membawa aku menjelajahi semua ini, menjelajahi sudut pandang, menjelajahi
mimpi, menjelajahi perjuangan untuk tetap bermimpi dan perjuangan-perjuangan
yang tetak akan hidup dalam sebuah kotak mimpi, kotak yang akan mampu menjelajahi
semau hidup hanya dengan bermimpi dan menjadikananya nyata, bukan lagi hal aneh
yang dicemooh oleh banyak orang.
Ini bukanlah kisah panjang, hanyalah kisah yang aneh atau
bahkan hanya dipandang sebagai sampah yang berserakan dan menjadi penghancur
bagi dunia. Sebagai sampah yang susah terurai dan perlu puluhan tahun untuk
terurai sempurna. Ya sempurna tapi apakah setelah kesempurna tersebut bumi ini
masih sabar dan tabah untuk menunggu kesempurnaan tersebut, menunggu menjadi
bagian dari kesatuan tapi di sisi lain orang-orang yang mengatakan dirinya
tidak aneh terus menerus membuang sampah tersebut. Mengotori dan menjadikan
bumi ini murka, menjadikan semuanya bukan hal yang menyenangkan. Jadi bukanlah
kisahku ini lebih dari cukup dan bukahlah sampah yang buruk, mungkin kisah ini
sampah organik yang akan mampu menjadi sumber kedamaian, menjadi pupuk dikala
penat utnuk terus bermimpi. Awalnya kisah ini mungkin kisah yang bau, kisah
yang akan segan untuk mereka dekati dan mereka tiru, tapi mereka akan sadar
bahwa inilah kisah yang aneh tapi bukan kisah yang salah bukan.
Meski kisah ini akan menorehkan tentang mimpi aku pun belum
yakin ini akan mimpi itu, mimpi yang dijaga untuk terus berangan-angan tanpa
rasa takut, membawa angan-angan itu menuju penjuru dunia dibawa oleh migrasi
burung-burung yang tak pernah lelah melakukan kegiatan itu sepanjang tahun. Jika
hanya untuk hidup dan bertahan hidup dengan cara migrasi setiap tahun beranak
pinak membawa kesengsaraan dari alam ke anak cucu mereka, apakah itu sudah cukup
di jadikan mimpi. Bukan lah mimpi-mimpi tadi yang membawa pada kisah hidup yang
katanya indah bagi sebagian orang yang menyebutnya mereka tidak aneh. Migrasi barisan
formasi huruf V, untuk apa formasi itu, apa mereka mengerti keindahan dari mata
kita. Aku yakin pasti orang aneh yang meneliti kegiatan itu, memahami dan
mencari arti dari kejanggalan tersebut yang entah kapan menghasilkan omong
kosong atau hanya sebagai barian dari mimpi. Tapi ternyata dia menemukan
keguanaan dari formasi tersebut, memahami kalo itulah hidup, jika punya mimpi
dan jutuan yang sama apa salahnya bekerja sama, bukanlah itu lebih ringan
dilaksanakan, bukanlah dari kebersamaan itu mimpi-mimpi dan tujuan mereka
tercapai dan angan-angan yang tertitipkan oleh mereka tersampai ke ujung dunia.
Pikirkan jika mereka melakukan perjalanan itu sendiri, apa kalian yakin mereka
akan sampai. Tidak, aku yakin mereka akan sampai tapi entah kapan, mungkin
mereka sampai dengan sayatan-sayatan tajam pada sayap mereka atau bahkan mereka
mati dan dimakan oleh penghuni lautan yang lapar karena mereka lunglai dan
terjatuh ke lautan yang terisi dan hampir penuh oleh air dan orang yang
mengatakan dirinya tidak aneh lah yang sedikt-demi sedikit membuat penyebab
dari penuhnya air tersebut yang akan pasti datang memenuhi bagian dari bumi ini.
Jika kalian merasakan susah atau merasakan inilah
omongkosong dari sebuah kalimat maka kalian belum ngerti apa itu mimpi. Ya mimpi
itu aneh, mimpi itu juga susah untuk merasakan dan mungkin banyak yang menilai
omong kosong. Tapi bukanlah mimpi itu yang membuat banyak orang menjadi penulis
dan menorehkan mimpi-mimpi meraka, mengitari bumi, memahami hidup atau bahkan
mereka sudah yakin mendapatkan mimpi mereka yang padahal hanya melihat sesuatu
tersebut dari jangkauam mata mereka tanpa melihat kalo teropong itu ada. Melihat
lebih luas, melihat lebih jauh akan membuat mimpi itu belum puas dan berfikir
mimpinya belum cukup tapi keusangan dan lambaiakn malaikat kematian sudah
sampai di ujung mata dam siap untuk menerkam.